Bukan,
maksud kami ingin menganggu
bukan,
maksud kami untuk mencaci
Bukan,
maksud kami untuk mencerca
bukan,
maksud kami untuk menghina
kami hidup dalam genggaman kekeuasaan,
kekuasaan yang menekan kami agar selalu diam,
kekuasaan yang membungkam otak-otak kami,
kekuasaan yang seperti memenjarakan kami.
kami hidup dalam linangan airmata,
berbekal kisah pilu dalam tong sampah penuh peluh,
kau caci kami, kau hina kami
bahkan ludahmu mendarat tepat diwajah kami.
kami hidup dinegeri yang sama
dengan pemimpin yang sama
dengan langu kebangsaan yang sama
dengan garuda yang sama
tapi kenapa?
kenapa kami tampak beda?
beda.
ya, sangat beda.
kenapa?
kau ludahi kami dengan pangkatmu>
kau ludahi kami dengan janji manismu?
kau ludahi kami dengan mulkut busukmu>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar