Kamis, 05 Mei 2011

Ku Cari keadilan

Ku cari keadilan .>.
Hmmmmm....
Hohohohoho..
Apakabar kawanku yang disana?
Yang tengah meminta-minta pada mobio mewah?
Apakabar kawanku yang disana?
Yang menyatu dengan sampah namun kau tetap tabah...

Ini hidup yang nyta, saat kita berusaha..
Ini bukan dalam mimpi tpi ini negeri kita...

Ini nyata bukan lamunan,
Sekarang lihat banyak pengangguran...
Ini nyata bukan permainan,
Anak sekoah kok dijalan?

Ini negeri kita
Bukan negeri merea saja
Ini indonesia...
Bukan amerika....

Sabtu, 23 April 2011

Surat Untuk pak Presiden

Sebelunya, saya ingin meminta maap kepada bapak, karena dengan ;ancangnya saya menulis 'surat untuk pak Presiden' maap pak, tidak ada maksud lain, hanya ingin menceritakan apa yang ingin saya ucapkan. Jangan didengar jika memang tidak benar, tapi saya bukan orang lain yang bisa menyetop mulut saya untuk diam ketika mulut ingin bicara. saya mengucapkan apa yang saya dengar, apa yang saya lihat dan dari apa-apa yang saya renungi. Jangan disimak jika memang tidak pantas, saya hanya anak perempuan dari 'kampung' yang tidak tahu 'senayan', yang tidak tahu 'monas' , saya anak kampung namun otak dan pikiran saya tidak seperti itu. 
Disini saya tidak akan membicarakan subjek pelakunya, lagi-lagi jika ni tidak benar anda tidak harus mendengarkan, karena saya menulis sesuai kehendak hati saya, bukan saya tidak mempedulikan orang lain, tapi toh ini tulisan saya dan saya 'bebas' menuangkan pikiran saya. Maap pak. ^-^
Saya cukup ingin berpikir ketika pemerintah menetapkan 'SERTIFIKASI' sebagai usaha mem'profesionalkan guru. Ya, kita semua tahu. tapi apakah dalam pelaksanaanya se'profesional itu? dapatkah dijamin bahwa yang disertifikasi itu benar-enar yang empunyai kredibilitas dan dedikasi yang tinggi terhadap pendidikan? Kita tidak bisa berkata 100 % YA, juga 100 % TIDAK. YA, jika memang benar yang mendapat sertifikasi itu adalah guru-guru yang memang layak untuk mendapatkan sertifikasi dilihat dari berbagai segi . Namun jika guru yang sebenarnya 'belum' berhak untuk mendapatkan sertifikasi justru mendapatkanya. Lalu sebenarnya apa syarat 'SAH' seorang guru mendapatkan SERTIFIKASI? Masa Kerja kah? Atau title 'SRATA 1' kah ?
Mari kita tinggalkan masalah itu, saya rasa saya tidak pantas meng-kritiknya, tapi apapun itu , dditemukan guru yang mendapatkan sertifikasi namun tidak mempunyai kredibilitas! Jarang mengajar di sekolah dan pekerjaannya 'MANCING', pantaskah ? oh, ya beliau sudah S1, lihatlah? itukah? Kebijakannya itu? Seandainya ingin memprofesionalkan guru, hendaknya pemerintah harus benar-benar 'TELATEN' bukan sekadar mengumpulan portofolio yang berisi sertifikat-sertifikat 'PALSU'. 
Maap pak , sekali lagi maap. saya sudah bilang, yang saya  ucapkan hasil dari pendengaran saya. 
Kembali saya ingat pada masa pemilu, benarkah anggota dewan yang sekarang terpilih dan duduk santai di singgasana mereka itu benar adalah 'WAKIL RAKYAT'? ataukah hanya 'PEMBUAL KELAS KAKAP? 
bisakah dipastikan anggota dewan itu orang intelek? buktinya, bagaimana kinerja anggota dewan sekarang? Miris ! ketika salah satu anggota dewan yang terpilih adalah seorang 'PEDAGANG', tahu? bagaimana dasar seorang pedagang? hanya saja karena dia punya uang ia bisa menyogok rakyat dan akhirnya terpilih menjadi anggota dewan. Jujur, saya sangat sakit hati . Berpkiri 3 kali untuk bertemu dengan 'beliau' lagi ! 
maap pak, lagi-lagi saya minta maap. Jika salah tak usah dibaca . Tapi saya menuliskan apa yang saya 'DENGAR'. 


Kamis, 21 April 2011

untuk'mu' yang tak pernah tahu -_-

Engkau yang berada jauh disana
jauh dari mataku dan jauh dari hatiku..
kau gelora cinta yang menggema
menerpaku, hingga aku terseok 
kau mampu membuatku tersenyum
dari kejauhan, walau kau tak pernah sadar,
akan tingkahku yang memperhatikan,
untukmu untukmu yang selalu aku rindukan 
aku mencintaimu, 
aku menyayangimu,
meski engkau tidak pernah tahu
meski kau tak akan pernah tahu

duhai, kau buat aku jatuh cinta
jatuh cinta kepada orang sepertimu
jatuh cinta pada orang sepertimu
jatuh cinta pada orang yang tak pernah memperdulikanku

Sabtu, 19 Maret 2011

Ketika Cinta Berkata Tidak ~

ah, apalah artinya
ketik airmata menetes
menganak sungai
dan tidak ada yang bisa mengusapnya
setitik rasa cinta yang hidup
dalam diri setiap manusia
yang selalu haus akan cinta
cinta?
ya cinta,berkata tentang cinta
kita?
tanyakanlah,
pada siapa?
pada dia
dia?
siapa?
dia tentunya
siapa?

Sabtu, 08 Januari 2011

Bukankah Bumi Ini Milik Kita?



"Think that the tree is important for us, so you can find the metodh how to safe this earth from your heart"
Ya, benar. Berpikirlah bahwa kita sangat membutuhkan air untuk kehidupan kita. Berpikirlan dengan pintar jangan hanya icara tanpa ada bukti nyata yang kita lakukan. Ya, air. Air sangat penting sekali bagi kehidupan kita. Bayangkan saja jika hidup di bumi ini tanpa air. Bisakah kita bernafas? kalian tahu betapa pentingnya air bagi kehidupan kita, kita bernafas menghirup oksigen, bertanyalah pada diri kita dari mana oksigen itu dihasikan? siapakah yang memproduksi Oksigen? lantas kita akan menjawab, oksigen dihasilkan oleh tumbuhan, dan bayangkan jika tumbuhan itu mati karena tidak ada air, apakah kita masih sanggup untuk tertawa lebar menghirup udara lagi? Tentunya tidak.
Jadi jelas, air berhubungan dengan keselamatan bumi. Kita semua butuh air, termasuk bumi yang kita cintai ini. Tanpa air bumi akan gersang. Dan kita akan MATI! Mati karena kekurangan air. Ya, itu akan terjadi jika kita tidak pernah mau berpikir bagaimana cara merawat bumi dengan menghemat air. Sungguh sedih jika melihat orang zaman sekarang membuang air bersih secara percuma, apakah mereka berpikir jika suatu saat air itu sudah tidak ada ? Mereka akan menangis dan akan menyesali apa yang dulu mereka lakukan. Kawan, umur bumi ini memang sudah tua. Bumi ini terlalu sedih dan terlalu capek sebab sering menangisi dirinya sendiri karena ulah kita. Ulah kita yang kejam. Ulah kita yang dengan terang-terangan mengeksploitasi bumi secara gila-gilaan tanpa kita tahu bagaimana nantinya? Bagaimana kehidupan kita nantinya? Pembalakan liar semakin tidak terkendali, akibatnya banjir pun tidak dapat dihindari. Dan sangat ironis jika kita melihat dulu pulau Kalimantan, Sulawesi, Irian dengan hutan yang begitu hijau yang mereka miliki bisa terjadi banjir. Dan itu mengindikasikan bahwa hutan di Kalimantan, Sulawesi, Irian sudah semakin sedikit bahkan mungkin hanya beberapa persen lagi yang tersisa. Kawan, sekarang kalian dapat berpikir kenapa udara semakin panas? Dan musim sudah tidak dapat diprediksikan? Ya, itu semua karena ulah kita. Dan sekarang kita dapat merasakan hasil dari apa yang telah kita lakukan, bukan?
Sungguh, seharusnya kita tahu. Alam sudah tidak ramah karena ulah kita sendiri. Contoh kecil saja, apakah sudah seratus persen kita dapat mengamalkan slogan "Buanglah Sampah Pada Tempatnya", sudahkan kalian melakukan hal itu?
Cobalah sejenak tundukan kepala dan sadari Bumi menjadi beringas karena ulah kita. Ulah kita sebagai manusia yang seharusnya menjaga tetapi malah merusak bumi oleh tangan kita sendiri.
Akibat pemanasan global pun sekarang kian terasa dan tidak sedikit membuat kita tersiksa. Penyakit bermunculan karena musim sudah tidakdapat diperhitungkan.
Sungguh, itu semua karena ulah kita. Kita yang merusak bumi. Kita yang membuat bumi ini menderita.
Kawan, cobalah berpikir dengan otak kalian. Bukankah generasi sekarang otaknya lebih cepat berjalan?
Pikirkan, kita memang tidak bisa mencegah lagi pemansan global tapi kita masih bisa meminimalisi efek pemenasan global tersebut. Andai saja setiap orang di bumi ini mempunyai 10 pohon yang ditanam bayangkan ada berapa pohon yang tertanam dalam satu hari itu diseluruh dunia, tentunya produktivitas oksigen akan meningkat. Dan kadar karbondioksida pun dapat diredam dan dikonversikan menjadi Oksigen oleh tanaman yang kita tanam. Kawan, tidak ada kata terlambat untuk erbuat hal sekecil apapun demi kebaikan bumi ini. Bumi ini telah Allah titipkan kepada kita agar kita menjaganya, merawatnya, karena jika bukan kita yang merawatnya siapa lagi? Kita adalah khalifah di bumi ini dan kita yang harus menjaganya. Bukankah Bumi Ini Milik Kita? Ya, milik kita semua yang telah Tuhan titipkan. Mulailah dari hal sekecil apapun hingga hal besar akan terwujud jika kita tidak pernah lelah untuk berbuat hal kecil itu sehingga bermanfaat bagi kita. Bagi bumi kita. Ingatlah, BUMI INI MILIK KITA!!

Rabu, 05 Januari 2011

Semangat~~

pertama dan selalu yang menjadi utama, ucapan syukur kepada Allah SWT atas rezeki dan kehendak-Nya lah saya dan Anda semua masih dapat bernafas dengan indahnya, bergerak dengan syahdunya, oh alangkah nikmat hidup ini , alangkah bahagia hati ini.
Terimakasih ya Rabb, yaa dan shalwat serta salam tetap tercurah kepada Baginda Rasul, Muhamad semga kita mendapat syafaat di hari kiamat kelak. Amin .
manusia, ya kita manusia. Selalu saja merasa krang dengan semua kenikmatan yang tiada tara ini. Manusia, ya makhluk dengan penuh emosi, makhluk yang hidup di bumi dengan sejuta pesona Illahi.
Manusia,terkadang selalu meninggikan apa saja yang ia anggap ingin ditinggikan dengan sebisa mungkin menutup kekurangannya.
Manusia, ya manusia.
Kita manusia , yang selalu merasa kurang dengan apa yang kita dapat sekarang.
Suatu ketika, saya berada dalam sebuh bus, denga hape yang saya pegang dtangan bersama adik saya.
Tiba-tiba seseorang dari belakang berkata' lihat', kutengok sebelah kiri bus dan ternyata.
oh menakjubkan, sangat menakjubkan.
dua orang manusia sedang tidur diatas sampah. menakjubkan bukan?ya, sangat amazing.
kenapa?itu adalah peluru untuk hati kita. Bersyukurlah kepada Allah karena kita masih dapat melihat hal-hal menakjubkan di dunia ini.
Kawan, betapa ironis hidup mereka. Sampah. ya, samah dengan bau busuk yang menyengat,
ya sampah. Bisakah kau bayangkan? Engkau tidur di dalam tumpukan sampah yang bau?
oh manusia manusia...
bersyukurlah Engkau pada Allah...