Kalian, tahu tidak?
mungkin ini judul yang konyol. tahu tentang apa? Tahu tentang apa?
Hmm, sudahlah jangan dipikirkan. aku hanya ingin menlis apa yang ada dipikiranku. itu saja.
Tidak lebih. Dan rupanya mungkin tulisanku ini akan membuat sebagia orang geram atau bahkan juga akan memarahiku.
aku memang anak kecil yang masih berusia 16 tahun. ya, masih kecil untuk menjangkau semua permasalahan yang ada di negeri ini. Banyak orang menganggapku so tahu, dan so bisa. padahal kalian tahu tidak> aku bicara sesuai dengan apa yang aku dengar. Banyak masalah yang menggerogot negeri ini hingga negeri ini menangis, meronta bahkan tersiksa.
Hey, kalian tahu tidak?
Anggota Dewan?
Tahu kan?
Ya, mereka yang duduk di singgasana kemewahan dengan sejuta pesona busuk yang mereka torehkan?
kalian ingat bagaiana janji mereka ketika kampanye?
oh sangat manis. Seperti gula. Tapi sekarang?Kalian tahu tidak?
Mereka malah ingin melupakan kita yang notabennya telah memilih mereka.
Aku tahu, pasti banyak orang yang bicara " kamu itu bisanya cuma mengkritik, padahal kamu sendiri belum tentu lebih baik dari mereka"
ya, aku tahu. seperti buku yang kubaca, menkritik tu sebenarnya tidak boleh karena bisa menjatuhkan mental orang yang kita kritik.
kalian tahu tidak?
: ketahuilah, jadilah manusia yang bermanfaat bagi orang banyak, sesungguhnya kebahagiaan itu ada dalam hati kita semua
Jumat, 31 Desember 2010
Sudah Cukup
Bukan,
maksud kami ingin menganggu
bukan,
maksud kami untuk mencaci
Bukan,
maksud kami untuk mencerca
bukan,
maksud kami untuk menghina
kami hidup dalam genggaman kekeuasaan,
kekuasaan yang menekan kami agar selalu diam,
kekuasaan yang membungkam otak-otak kami,
kekuasaan yang seperti memenjarakan kami.
kami hidup dalam linangan airmata,
berbekal kisah pilu dalam tong sampah penuh peluh,
kau caci kami, kau hina kami
bahkan ludahmu mendarat tepat diwajah kami.
kami hidup dinegeri yang sama
dengan pemimpin yang sama
dengan langu kebangsaan yang sama
dengan garuda yang sama
tapi kenapa?
kenapa kami tampak beda?
beda.
ya, sangat beda.
kenapa?
kau ludahi kami dengan pangkatmu>
kau ludahi kami dengan janji manismu?
kau ludahi kami dengan mulkut busukmu>
maksud kami ingin menganggu
bukan,
maksud kami untuk mencaci
Bukan,
maksud kami untuk mencerca
bukan,
maksud kami untuk menghina
kami hidup dalam genggaman kekeuasaan,
kekuasaan yang menekan kami agar selalu diam,
kekuasaan yang membungkam otak-otak kami,
kekuasaan yang seperti memenjarakan kami.
kami hidup dalam linangan airmata,
berbekal kisah pilu dalam tong sampah penuh peluh,
kau caci kami, kau hina kami
bahkan ludahmu mendarat tepat diwajah kami.
kami hidup dinegeri yang sama
dengan pemimpin yang sama
dengan langu kebangsaan yang sama
dengan garuda yang sama
tapi kenapa?
kenapa kami tampak beda?
beda.
ya, sangat beda.
kenapa?
kau ludahi kami dengan pangkatmu>
kau ludahi kami dengan janji manismu?
kau ludahi kami dengan mulkut busukmu>
Kita Bangsa Bermartabat
Sebenarnya, acapkalai Malaysia membuat kita feram dengan hinaan-hinaanya pada kita. Banyak lontaran-lontaran keji yang mereka terbangkan dari mulut mereka kepada kita.
Spontan, kitapun akan merasa germa dan sangat marah dengan negeri itu kendati masih satu rumpun melayu.
acapkali negara yang diberi kemerdekaannya oleh Inggris itu membuat hati kita selaku bangsa Indonesia seakan-akan ingin melucutkan bambu runcing kesana. bukan maksud perang, tapi kami pun punya harga diri. tidak bisa kalian injak-injak sesuka hati kalian. kalian pikir kami hanya akan diam? sorry, sebenarnya kami ingin mengumandangkan keksalan kami ke seluruh dunia bahwa kami sakit hati oleh gurauan-gurauan 'edan' mu itu. sungguh, apa sih yang kalian mau? ambalat? reog pnorogo?
oh Tuhan, semoga Allah mengampuni kalian.
Kami bangsa Indonesia memperjuangankan kemerdekaan secara terhormat, dengan semangat heroik yang kami bangaun hanya satu tujuan yaitu membuat negeri ini merdeka. lantas kalian, apakah kalian seperti kami> NO! kalian 'diberi'oleh Inggris.
Spontan, kitapun akan merasa germa dan sangat marah dengan negeri itu kendati masih satu rumpun melayu.
acapkali negara yang diberi kemerdekaannya oleh Inggris itu membuat hati kita selaku bangsa Indonesia seakan-akan ingin melucutkan bambu runcing kesana. bukan maksud perang, tapi kami pun punya harga diri. tidak bisa kalian injak-injak sesuka hati kalian. kalian pikir kami hanya akan diam? sorry, sebenarnya kami ingin mengumandangkan keksalan kami ke seluruh dunia bahwa kami sakit hati oleh gurauan-gurauan 'edan' mu itu. sungguh, apa sih yang kalian mau? ambalat? reog pnorogo?
oh Tuhan, semoga Allah mengampuni kalian.
Kami bangsa Indonesia memperjuangankan kemerdekaan secara terhormat, dengan semangat heroik yang kami bangaun hanya satu tujuan yaitu membuat negeri ini merdeka. lantas kalian, apakah kalian seperti kami> NO! kalian 'diberi'oleh Inggris.
Langganan:
Postingan (Atom)