Sabtu, 19 Maret 2011

Ketika Cinta Berkata Tidak ~

ah, apalah artinya
ketik airmata menetes
menganak sungai
dan tidak ada yang bisa mengusapnya
setitik rasa cinta yang hidup
dalam diri setiap manusia
yang selalu haus akan cinta
cinta?
ya cinta,berkata tentang cinta
kita?
tanyakanlah,
pada siapa?
pada dia
dia?
siapa?
dia tentunya
siapa?

Sabtu, 08 Januari 2011

Bukankah Bumi Ini Milik Kita?



"Think that the tree is important for us, so you can find the metodh how to safe this earth from your heart"
Ya, benar. Berpikirlah bahwa kita sangat membutuhkan air untuk kehidupan kita. Berpikirlan dengan pintar jangan hanya icara tanpa ada bukti nyata yang kita lakukan. Ya, air. Air sangat penting sekali bagi kehidupan kita. Bayangkan saja jika hidup di bumi ini tanpa air. Bisakah kita bernafas? kalian tahu betapa pentingnya air bagi kehidupan kita, kita bernafas menghirup oksigen, bertanyalah pada diri kita dari mana oksigen itu dihasikan? siapakah yang memproduksi Oksigen? lantas kita akan menjawab, oksigen dihasilkan oleh tumbuhan, dan bayangkan jika tumbuhan itu mati karena tidak ada air, apakah kita masih sanggup untuk tertawa lebar menghirup udara lagi? Tentunya tidak.
Jadi jelas, air berhubungan dengan keselamatan bumi. Kita semua butuh air, termasuk bumi yang kita cintai ini. Tanpa air bumi akan gersang. Dan kita akan MATI! Mati karena kekurangan air. Ya, itu akan terjadi jika kita tidak pernah mau berpikir bagaimana cara merawat bumi dengan menghemat air. Sungguh sedih jika melihat orang zaman sekarang membuang air bersih secara percuma, apakah mereka berpikir jika suatu saat air itu sudah tidak ada ? Mereka akan menangis dan akan menyesali apa yang dulu mereka lakukan. Kawan, umur bumi ini memang sudah tua. Bumi ini terlalu sedih dan terlalu capek sebab sering menangisi dirinya sendiri karena ulah kita. Ulah kita yang kejam. Ulah kita yang dengan terang-terangan mengeksploitasi bumi secara gila-gilaan tanpa kita tahu bagaimana nantinya? Bagaimana kehidupan kita nantinya? Pembalakan liar semakin tidak terkendali, akibatnya banjir pun tidak dapat dihindari. Dan sangat ironis jika kita melihat dulu pulau Kalimantan, Sulawesi, Irian dengan hutan yang begitu hijau yang mereka miliki bisa terjadi banjir. Dan itu mengindikasikan bahwa hutan di Kalimantan, Sulawesi, Irian sudah semakin sedikit bahkan mungkin hanya beberapa persen lagi yang tersisa. Kawan, sekarang kalian dapat berpikir kenapa udara semakin panas? Dan musim sudah tidak dapat diprediksikan? Ya, itu semua karena ulah kita. Dan sekarang kita dapat merasakan hasil dari apa yang telah kita lakukan, bukan?
Sungguh, seharusnya kita tahu. Alam sudah tidak ramah karena ulah kita sendiri. Contoh kecil saja, apakah sudah seratus persen kita dapat mengamalkan slogan "Buanglah Sampah Pada Tempatnya", sudahkan kalian melakukan hal itu?
Cobalah sejenak tundukan kepala dan sadari Bumi menjadi beringas karena ulah kita. Ulah kita sebagai manusia yang seharusnya menjaga tetapi malah merusak bumi oleh tangan kita sendiri.
Akibat pemanasan global pun sekarang kian terasa dan tidak sedikit membuat kita tersiksa. Penyakit bermunculan karena musim sudah tidakdapat diperhitungkan.
Sungguh, itu semua karena ulah kita. Kita yang merusak bumi. Kita yang membuat bumi ini menderita.
Kawan, cobalah berpikir dengan otak kalian. Bukankah generasi sekarang otaknya lebih cepat berjalan?
Pikirkan, kita memang tidak bisa mencegah lagi pemansan global tapi kita masih bisa meminimalisi efek pemenasan global tersebut. Andai saja setiap orang di bumi ini mempunyai 10 pohon yang ditanam bayangkan ada berapa pohon yang tertanam dalam satu hari itu diseluruh dunia, tentunya produktivitas oksigen akan meningkat. Dan kadar karbondioksida pun dapat diredam dan dikonversikan menjadi Oksigen oleh tanaman yang kita tanam. Kawan, tidak ada kata terlambat untuk erbuat hal sekecil apapun demi kebaikan bumi ini. Bumi ini telah Allah titipkan kepada kita agar kita menjaganya, merawatnya, karena jika bukan kita yang merawatnya siapa lagi? Kita adalah khalifah di bumi ini dan kita yang harus menjaganya. Bukankah Bumi Ini Milik Kita? Ya, milik kita semua yang telah Tuhan titipkan. Mulailah dari hal sekecil apapun hingga hal besar akan terwujud jika kita tidak pernah lelah untuk berbuat hal kecil itu sehingga bermanfaat bagi kita. Bagi bumi kita. Ingatlah, BUMI INI MILIK KITA!!

Rabu, 05 Januari 2011

Semangat~~

pertama dan selalu yang menjadi utama, ucapan syukur kepada Allah SWT atas rezeki dan kehendak-Nya lah saya dan Anda semua masih dapat bernafas dengan indahnya, bergerak dengan syahdunya, oh alangkah nikmat hidup ini , alangkah bahagia hati ini.
Terimakasih ya Rabb, yaa dan shalwat serta salam tetap tercurah kepada Baginda Rasul, Muhamad semga kita mendapat syafaat di hari kiamat kelak. Amin .
manusia, ya kita manusia. Selalu saja merasa krang dengan semua kenikmatan yang tiada tara ini. Manusia, ya makhluk dengan penuh emosi, makhluk yang hidup di bumi dengan sejuta pesona Illahi.
Manusia,terkadang selalu meninggikan apa saja yang ia anggap ingin ditinggikan dengan sebisa mungkin menutup kekurangannya.
Manusia, ya manusia.
Kita manusia , yang selalu merasa kurang dengan apa yang kita dapat sekarang.
Suatu ketika, saya berada dalam sebuh bus, denga hape yang saya pegang dtangan bersama adik saya.
Tiba-tiba seseorang dari belakang berkata' lihat', kutengok sebelah kiri bus dan ternyata.
oh menakjubkan, sangat menakjubkan.
dua orang manusia sedang tidur diatas sampah. menakjubkan bukan?ya, sangat amazing.
kenapa?itu adalah peluru untuk hati kita. Bersyukurlah kepada Allah karena kita masih dapat melihat hal-hal menakjubkan di dunia ini.
Kawan, betapa ironis hidup mereka. Sampah. ya, samah dengan bau busuk yang menyengat,
ya sampah. Bisakah kau bayangkan? Engkau tidur di dalam tumpukan sampah yang bau?
oh manusia manusia...
bersyukurlah Engkau pada Allah...

Jumat, 31 Desember 2010

Kalian Tahu Tidak?

Kalian, tahu tidak?
mungkin ini judul yang konyol. tahu tentang apa? Tahu tentang apa?
Hmm, sudahlah jangan dipikirkan. aku hanya ingin menlis apa yang ada dipikiranku. itu saja.
Tidak lebih. Dan rupanya mungkin tulisanku ini akan membuat sebagia orang geram atau bahkan juga akan memarahiku.
aku memang anak kecil yang masih berusia 16 tahun. ya, masih kecil untuk menjangkau semua permasalahan yang ada di negeri ini. Banyak orang menganggapku so tahu, dan so bisa. padahal kalian tahu tidak> aku bicara sesuai dengan apa yang aku dengar. Banyak masalah yang menggerogot negeri ini hingga negeri ini menangis, meronta bahkan tersiksa.
Hey, kalian tahu tidak?
Anggota Dewan?
Tahu kan?
Ya, mereka yang duduk di singgasana kemewahan dengan sejuta pesona busuk yang mereka torehkan?
kalian ingat bagaiana janji mereka ketika kampanye?
oh sangat manis. Seperti gula. Tapi sekarang?Kalian tahu tidak?
Mereka malah ingin melupakan kita yang notabennya telah memilih mereka.
Aku tahu, pasti banyak orang yang bicara " kamu itu bisanya cuma mengkritik, padahal kamu sendiri belum tentu lebih baik dari mereka"
ya, aku tahu. seperti buku yang kubaca, menkritik tu sebenarnya tidak boleh karena bisa menjatuhkan mental orang yang kita kritik.
kalian tahu tidak?

Sudah Cukup

Bukan,
maksud kami ingin menganggu
bukan,
maksud kami untuk mencaci

Bukan,
maksud kami untuk mencerca
bukan,
maksud kami untuk menghina

kami hidup dalam genggaman kekeuasaan,
kekuasaan yang menekan kami agar selalu diam,
kekuasaan yang membungkam otak-otak kami,
kekuasaan yang seperti memenjarakan kami.

kami hidup dalam linangan airmata,
berbekal kisah pilu dalam tong sampah penuh peluh,
kau caci kami, kau hina kami
bahkan ludahmu mendarat tepat diwajah kami.

kami hidup dinegeri yang sama
dengan pemimpin yang sama
dengan langu kebangsaan yang sama
dengan garuda yang sama

tapi kenapa?
kenapa kami tampak beda?
beda.
ya, sangat beda.

kenapa?
kau ludahi kami dengan pangkatmu>
kau ludahi kami dengan janji manismu?
kau ludahi kami dengan mulkut busukmu>

Kita Bangsa Bermartabat

Sebenarnya, acapkalai Malaysia membuat kita feram dengan hinaan-hinaanya pada kita. Banyak lontaran-lontaran keji yang mereka terbangkan dari mulut mereka kepada kita.
Spontan, kitapun akan merasa germa dan sangat marah dengan negeri itu kendati masih satu rumpun melayu.
acapkali negara yang diberi kemerdekaannya oleh Inggris itu membuat hati kita selaku bangsa Indonesia seakan-akan ingin melucutkan bambu runcing kesana. bukan maksud perang, tapi kami pun punya harga diri. tidak bisa kalian injak-injak sesuka hati kalian. kalian pikir kami hanya akan diam? sorry, sebenarnya kami ingin mengumandangkan keksalan kami ke seluruh dunia bahwa kami sakit hati oleh gurauan-gurauan 'edan' mu itu. sungguh, apa sih yang kalian mau? ambalat? reog pnorogo?
oh Tuhan, semoga Allah mengampuni kalian.
Kami bangsa Indonesia memperjuangankan kemerdekaan secara terhormat, dengan semangat heroik yang kami bangaun hanya satu tujuan yaitu membuat negeri ini merdeka. lantas kalian, apakah kalian seperti kami> NO! kalian 'diberi'oleh Inggris.